Ke Bali pada liburan Natal ini? Jangan lewatkan Pantai Dreamland. Alamnya yang cantik bisa membuat liburan Anda sempurna!
Saya
lupa, hari itu hari keberapa kami berada di Pulau Bali dalam rangkaian
liburan selama satu minggu di Pulau Bali dan Lombok yang saya gagas
bersama tiga orang teman lain yaitu Adam, Hendry dan Ridho. Hari itu,
tujuan kami adalah tempat wisata yang ada di bagian selatan Pulau Bali.
Setelah
melihat-lihat tempat apa saja yang ada di bagian selatan melalui peta
wisata Bali yang kami download dari berbagai sumber di internet,
akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Uluwatu (komplek pura maupun
pantainya), Pantai Dreamland dan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sebelum
memasuki komplek Taman GWK, sebagaimana urutannya dari Uluwatu kami
singgah dulu Pantai Dreamland yang ternyata harus melewati sebuah
komplek aneka rupa jenis bangunan untuk sampai ke sana.
Sebelum
sampai di pantai yang masih terkesan sepi ini, kami sempat berapa kali
bertanya kepada siapa pun yang kami temui. Mengandalkan GPS dan
melihat-lihat penunjuk jalan yang sudah lengkap di Bali, bertemu juga
kami di pantai yang kadang kala disebut New Kuta Beach itu.
Sekalipun
harus melewati megahnya komplek aneka rupa bangunan, tapi di Pantai
Dreamland belum banyak berdiri villa berduri. Untuk masuk area pantai
ini pun cukup hanya membayar Rp 5.000 untuk biaya parkir motor roda dua,
begitu tulisan di karcis yang kami terima.
Setelah sedikit agak
kecewa dengan pantai lain yang ada di Bali yang ternyata tergolong biasa
saja, akhirnya kekecewaan itu sedikit terobati manakala kami tiba di
pantai yang satu ini. Hari itu air laut di pantai ini cukup tenang, tak
terlalu garang macam ombak di Bali pada umumnya.
Pasir pantai di
Dreamland juga putih dan halus, cocok berpadu dengan lautnya yang tenang
seolah tanpa gelombang. Seperti biasa, teman saya yang bernama Adam
langsung menceburkan diri ke dalam laut. "Enak lho, airnya dingin",
begitu katanya. Tapi saya tetap memutuskan untuk tidak mandi hari itu.
Seperti
biasa seraya menikmati keindahan tempat yang kami tuju, sesekali kami
langsung mengabadikannya dalam bidikan kamera yang kami bawa. Sisanya,
kami jalan-jalan mengitari pantai.
Jujur, pantai ini keren dan
tergolong masih sepi dibandingkan pantai lain di Bali. Setidaknya
seperti itu kondisi yang kami lihat hari itu. Tapi berbicara turis,
mereka tetap ada. Sepertinya di setiap sudut manapun di Bali, hampir
selalu ada turis asing terutama yang datang dari Eropa.
Sambil
menunggu Adam yang sudah berada di zona nyaman dalam air laut yang
katanya dingin, kami berjalan menuju sebuah pondok tak jauh dari pintu
masuk yang tadi kami lewati. Perut mulai berontak petanda lapar mulai
datang.
Maka jadilah kami memesan beberapa jenis makanan. Saya
hanya memesan mi instan dan minuman botol. Saat makan itulah, tiba-tiba
kami ditawari untuk bikin tato temprer alaias tato yang bisa menghilang
dalam kurun waktu 1 minggu. Akhirnya kami bikin tato, termasuk Adam yang
akhirnya berangkat dari sarangnya di laut. Bagian ini salah satu yang
seru selama di Bali. Salam traveler!
sumber : detik.com